Ricardo Kaka   Leave a comment

Di luar lapangan bola, dia adalah pria yang taat. Lagu rohani atau Gospel menjadi kesukaannya, Injil menjadi buku favoritnya. Hidup tak menghambur-hamburkan uang di tempat pesta. Jika beraksi di lapangan, gelandang tengah ini salah satu ancaman yang mematikan.

Tak gampang mencari pemain bola yang santun dan taat beragama, Kaka adalah salah satunya. Dia tak suka pesta. Dia mengisi waktu senggangnya dengan membaca Injil. Bahkan dia menjadi anggota organisasi ‘Atlet Kristus’. Wajahnya yang tampan juga tak digunakan untuk menaklukkan perempuan.

Soal mengolah bolah sangat teruji. Itu pula sebabnya dia bisa merumput di klub-klub kaya di dunia, misalnya AC Milan, kini dia berada di Real Madrid, Spanyol.

Terlahir dengan nama lengkap Ricardo Izecson dos Santos Leite, Kaka mengawali karirernya di Sao Paolo, Brazil, saat berusia 15 tahun. Di klub inilah talenta putra dari pasangan Bosco Izecson Pereira Leite dan Simone Cristina Santos ini mulai terasah.

Kaka melakukan debut senior bersama Sao Paolo pada Januari 2001. Bersama klub raksasa Brasil itu, Kaka mencetak 23 gol dalam 59 laga, catatan yang terbilang subur untuk seorang pemain gelandang.

Pada usia 17 tahun, Sao Paolo berniat untuk menjual Kaka ke klub Turki Gaziantepspor. Namun transaksi batal karena masalah pembayaran. AC Milan yang mencium potensi Kaka langsung bergerak. Hasilnya Silvio Berlusconi memboyongnya pada 2003 dengan harga murah yakni US $8.5 juta.

Bersama klub elit Serie A itu, Ricardo Kaka hanya butuh waktu satu bulan untuk menembus skuat tim utama Rossoneri. Debutnya bersama Milan terjadi saat Rossoneri menang 2-0 melawan Ancona. Total 193 laga dengan koleksi 70 gol telah dipersembahkan Kaka buat Rossoneri.  Tak heran Kaka menjelma menjadi pujaan publik San Siro.

Penampilan memikat Kaka bersama Milan terus mengundang decak kagum. Puncaknya, Kaka berhasil menyabet penghargaan sebagai Pemain Terbaik Eropa atau Ballon d’Or dan Pemain Terbaik FIFA pada penghujung 2007. Penghargaan itu hanya sebagian kecil dari banyaknya penghargaan yang diterima Kaka.

Bersama timnas Brasil, Kaka menjalani debutnya pada Januari 2002 saat melawan Bolivia. Kaka juga ikut memperkuat Tim Samba di pentas Piala Dunia 2002 dan 2006 lalu. Pada Piala Dunia 2002 yang mengantarkan Brasil menjadi kampiun, Kaka tak menjadi pilihan utama. Label pemain utama baru diperolehnya pada Piala Dunia 2006, sayangnya Brazil rontok.

Alasan itu pula yang membuat Kaka berambisi merengkuh trofi paling bergengsi di dunia sepakbola itu. Piala Dunia 2010 mendatang akan menjadi yang ketiga kalinya buat Kaka. Dan Kaka menempatkan perhelatan akbar di Afrika Selatan nanti sebagai puncak karirnya. Hingga saat ini, Kaka telah membela Selecao sebanyak 73 kali dengan koleksi 26 gol.

Enam tahun di AC Milan, Italia, pada 8 Juni 2009 lalu Kaka akhirnya hijrah ke La Liga berkostum Real Madrid dengan durasi kontrak enam tahun. Transfer Kaka yang mencapai 65 juta euro tlah emencatatkan dirinya sebagai salah satu dari tiga pemain termahal di dunia.

Kaka hanya kalah dari rekor Zinedine Zidane yang pindah dengan nilai transfer 76 juta euro dan tentu saja dari rekannya saat ini Cristiano Ronaldo yang mencapai 96 juta euro.

Seperti biasa, pesona Kaka sebagai pebola kondang juga turut menggiring beberapa sponsor menggunakannya sebagai ikon produk. Produsen alat olahraga Adidas dan model Armani menjadi beberapa sponsor yang menggunakan ketenarannya.

Kaka mempunyai adik laki-laki bernama Rodrigo Izecson dos Santos yang lebih dikenal dengan sebutan Digao, yang juga menjadi pebola profesional. Dan sosok Rodrigo pula yang membuat Ricardo kini dipanggil Kaka. Saat itu, sang adik memanggil kakaknya itu dengan Caca yang berganti menjadi Kaka.

Pebola Religius

Di luar lapangan, Kaka menunjukkan sikap yang tak kalah hebatnya. Tak seperti pebola lain yang hidup serba glamor, Kaka lebih memilih hidup bersahaja. Kaka merupakan penganut Kristen yang taat.

Alasannya, pada usia 18 tahun karir Kaka sempat  terancam setelah mengalami patah tulang belakang saat berenang. Namun atas campur tangan Tuhan, Kaka berhasil sembuh dan pulih 100 persen.

Ketaatan Kaka  juga dibuktikan dengan masuk menjadi anggota organisasi ‘Atlet Kristus’. Setiap selebrasinya selalu dilakukannya dengan menunjuk ke arah langit, sebagai bentuk ucapan terima kasih atas apa yang sudah diberikan-Nya.

Sisi religius inilah yang membuat penggemar mobil Ferrari ini dikenal dekat dengan Andriy Shevchenko saat keduanya masih bersama di San Siro.

Saking taatnya, pengidola aktor Tom Hanks ini tak bisa lepas dari segala hal yang berbau keagamaan. Bahkan untuk urusan lagu favorit, ia memilih lagu rohani atau Gospel. Injil menjadi buku favorit pemain yang kerap dipanggil Ricky Kaka ini.

Karena kontribusinya di dalam maupun di luar lapangan, Majalah Time mencantumkan nama Kaka dalam Time 100, yakni 100 sosok yang paling berpengaruh.

Posted 22 Juni 2010 by lambrados in Sport

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Content:

  • Meta

  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d blogger menyukai ini: